Pengembangan jalan tol Trans Sumatra masih terus berjalan. PT Hutama Karya sebagai kontraktor yang ditunjuk menggarap rangkaian jalan tol yang menghubungkan Pulau Sumatra itu menargetkan akan mengoperasikan 175 kilometer (km) jalan tol baru tahun ini, menambah panjang tol yang akan beroperasi setelah tahun 2017 dibukukan sepanjang 60 km.

Pembangunan jalan tol Trans Sumatra tentu akan mendorong pertumbuhan bisnis properti di sekitarnya. Hutama Karya lewat anak usahanya PT HK Realtindo akan mengembangkan kawasan Sumatera Integrated City (SIC) di sepanjang jalur tol Sumatra. Mereka telah mengakuisisi lahan di beberapa lokasi seperti Lampung dan Indralaya.

Lalu bagaimana dengan pengembang lain? Apakah ada yang tertarik ikut ekpansi memanfaatkan pengembangan infrastruktur jalan tol Trans Sumatera?

Agung Salladin, Direktur Utama Wika Realty melihat prospek pengembangan properti di sekitar jalan tol Trans Sumatra akan bagus, khususnya yang berdampingan dengan kota-kota yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat. "Tetapi harus dengan skala kota dengan luas lahan di atas 100 ha," ujar Agung kepada Kontan.co.id, Selasa (1/5).

Wika Realty berencana memperluas ekpansinya di sekitar tol Trans Sumatra ke depan. Namun, saat ini perusahaan masih memilih fokus melakukan akuisisi lahan sekitar 60 ha lahan di kawasan tol Bandung-Soreang yang merupakan salah satu tol yang hak konsesinya dimiliki PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Selain di sekitar tol Bandung-Soreang, Wika Realty juga akan mulai fokus melakukan akusisi lahan di sekitar Serang -Maja sejalan dengan rencana WIKA bersama dengan Hanson Infrastructure menginisiasi pembangunan Tol Serang-Maja sepanjang 32 km.

Sementara saudara sepupunya sesama anak usaha BUMN, PT PP Properti Tbk (PPRO) tidak memiliki rencana saat ini untuk ekspansi ke sekitar tol Trans Sumatra. "Kita masih fokus untuk menggarap lahan yang kita punya terutama yang dekat kampus," kata Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO.

Harun Hajadi, Direktur Ciputra Group menilai semua pembangunan infrastruktur akan memberikan potensi yang positif terhadap suatu daerah termasuk pembangunan jalan tol. Menurutnya, daerah sepanjang jalan tol tersebut akan bertumbuh dan yang paling diuntungkan tentu daerah sekitar exit tol.

Namun dalam melakukan ekpansi di sekitar kawasan jalan tol, Ciputra Group harus melihat potensi pasar terlebih dahulu. Secara potensi, perusahaan ini melihat tol di dalam kota lebih bagus dibandingkan di luar kota. "Jawa pasti lebih besar pasarnya karena penduduk lebih padat," kata Harun.

Adapun Waskita Realty telah memiliki lahan seluas 379 hektare (ha) yang akan dikembangkan menjadi Toll Road City. Lahan tersebut berada di dua lokasi yaitu di Bekasi seluas 350 ha yang akan terintegrasi nantinya dengan tol Tanjung Priok-Cibitung dan di kawasan Cibubur seluas 29 ha yang akan teringrasi dengan tol Cimanggis-Cibitung.

Bambang Rainto, Komisaris Utama Waskita Realty sebelumnya mengatakan, disamping kedua lokasi tersebut, pihaknya akan terus melakukan akuisisi lahan sekitar jalan tol yang dimiliki oleh Waskita Toll Road untuk dikembangkan menjadi kawasan Toll Road City. Salah satunya yang sedang dipersiapkan adalah di wilayah Kalimantan dengan potensi pengembangan ribuan hektare. "Namun, belum bisa saya sebutkan lokasi persisnya dimana," ujar Bambang.

 

https://industri.kontan.co.id/news/menilik-prospek-bisnis-properti-di-sepanjang-jalan-tol-trans-sumatra